BeritaDaerahSulut

APH Diminta Periksa Proyek Spam Marinsow

7720
×

APH Diminta Periksa Proyek Spam Marinsow

Sebarkan artikel ini

Proyek SPAM di kawasan KSPN Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (17/3/2025). 

Radarbahurekso.id, Minahasa Utara – penggiat anti korupsi menyoroti Proyek pembangunan bangunan pendukung dan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Proyek senilai Rp18.140.143.000 yang dikerjakan oleh PT Sabata Karya Kencana pada tahun 2024 ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Sorotan tajam disematkan oleh ketua Lembaga Pengawasan Aset dan Keuangan Negara (LPAKN) Audy Endey,menurutnya Masyarakat penerima manfaat di beberapa desa mengeluhkan metode pelaksanaan pekerjaan, terutama dalam pemasangan jaringan pipa dan sambungan rumah. Serta waktu pelaksanaan, warga juga menyebutkan bahwa pihak kontraktor diduga sengaja memasang jaringan pipa tanpa mengikuti petunjuk teknis dalam kontrak kerja. Bahkan, tanah bekas galian dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan sebutnya.

Ketua LSM RAKO, Harianto Nanga, juga turut angkat bicara terkait dugaan penyimpangan dalam proyek ini. Pihaknya telah melayangkan surat permohonan informasi publik untuk mendapatkan data resmi yang akan disinkronkan dengan temuan mereka di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa proyek ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Jika ada indikasi penyimpangan, kami siap melaporkan ke pihak berwenang,” ujar Harianto.

Lebih lanjut Endey mengatakan Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, yang merupakan salah satu KSPN super prioritas. KEK Likupang sendiri dikembangkan di atas lahan seluas 197,4 hektar dengan total investasi mencapai Rp2,2 triliun. Salah satu infrastruktur penunjangnya adalah SPAM yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah tersebut.

Jika hasil investigasi kami terdapat kerugian negara maka kami tidak segan untuk melaporkan temuan ini,kami juga mendesak pihak penegak hukum agar masuk memeriksa proyek ini tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merencanakan pembangunan SPAM dengan kapasitas 20 liter per detik pada tahun 2023 untuk mendukung KEK Pariwisata Likupang dan permukiman sekitarnya. Namun, dengan adanya dugaan pelanggaran dalam proyek ini, masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh agar kualitas infrastruktur yang dibangun tetap terjamin.

Konfirmasi yang dilakukan kepada pihak kontraktor berinisial DD alias Dwi melalui sambungan telepon mengatakan “silahkan konfirmasikan kepada ID alias Imran orang teknik perusahaan kami beliau yang lebih tau” sembari memberikan nomor HP oknum tersebut.

Namun hingga berita ini tayang oknum ID alias Imran saat dihubungi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban,pesan whats app wartawan juga belum dibalas.

**(markel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *