BeritaDaerahRagamTerkini

Perahu Terbalik di Pantai Sunter, Satu Pemancing Asal Batang Hilan

4491
×

Perahu Terbalik di Pantai Sunter, Satu Pemancing Asal Batang Hilan

Sebarkan artikel ini

Tim SAR Bumi Santri Kabupaten Pekalongan, Minggu (17/8/2025). 

Radarbahurekso.id, Pekalongan – Malam tenang di Pantai Sunter, Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah mencekam. Sebuah musibah laut terjadi pada Ahad (17/8) sekitar pukul 21.00 WIB, ketika sebuah perahu kecil yang ditumpangi lima pemancing terbalik setelah dihantam ombak besar usai mesinnya mati di tengah laut.

Peristiwa nahas itu membuat empat orang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju bibir pantai. Namun, seorang pemancing bernama Afif Al Ayubi (25), warga Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, hingga kini masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian intensif.

Kronologi kejadian pertama kali disampaikan oleh Moh. Ridho (25), warga Buaran, yang turut berada di perahu tersebut. Menurut kesaksiannya, perahu sempat oleng setelah mesin mati mendadak. Belum sempat diperbaiki, datang ombak besar yang langsung menghantam dan membalikkan perahu.

“Awalnya mesin mati, kami sudah panik. Tidak lama kemudian datang ombak besar, perahu terbalik. Kami berusaha menyelamatkan diri, tapi satu teman kami tidak terlihat,” tutur Ridho dengan wajah pucat saat ditemui warga di tepi pantai.

Mendapat laporan, Tim SAR Bumi Santri Kabupaten Pekalongan segera bergerak ke lokasi bersama unsur gabungan dari Polsek Sragi, BPBD, PMI, dan warga sekitar. Pencarian dilakukan dengan menyisir area pantai menggunakan perahu karet dan menyelam di sekitar titik perahu terbalik.

Ketua SAR Bumi Santri, M Rofiansa Sulthon, S.Psi., M.M., membenarkan adanya laporan kehilangan satu orang korban. “Empat orang korban selamat sudah kami evakuasi ke rumah masing-masing. Namun, satu korban masih dalam pencarian. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak dan warga untuk memperluas area penyisiran,” ungkapnya.

Hingga Senin dini hari, pencarian terus dilakukan meski terkendala kondisi ombak yang cukup besar dan arus laut yang deras. Tim SAR juga mengimbau nelayan setempat untuk waspada dan ikut melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Musibah ini menambah catatan panjang insiden kecelakaan laut di wilayah pesisir Pekalongan, yang kerap kali dipicu faktor cuaca dan minimnya kesiapan peralatan keselamatan. Warga sekitar berharap agar Afif segera ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun tidak, agar keluarga di Batang mendapat kepastian.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *