BeritaPekalongan

Semarak Hari Pangan Sedunia, Tani Merdeka Dorong Kemandirian Pangan Lewat Produk dan Aksi Sosial

2729
×

Semarak Hari Pangan Sedunia, Tani Merdeka Dorong Kemandirian Pangan Lewat Produk dan Aksi Sosial

Sebarkan artikel ini

Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Lapangan Mataram, Kamis (16/10/2025).

Radarbahurekso.id, KOTA PEKALONGAN – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-80 Tahun 2025, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Pekalongan turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Lapangan Mataram, Kamis (16/10/2025).

Melalui momentum ini, TMI Kota Pekalongan berkomitmen dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat sekaligus berkontribusi melalui aksi sosial kemanusiaan.

Ketua DPD TMI Kota Pekalongan, Mungki Retnosari atau yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa partisipasi pihaknya kali ini tidak hanya sebatas menampilkan hasil produk binaan, namun juga menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan).

“Kami ingin memaknai Hari Pangan Sedunia bukan hanya dengan berbicara soal hasil tani, tapi juga bagaimana kita bisa berbagi untuk sesama. Melalui donor darah ini, kami menargetkan 40 pendonor, dan setelah proses pemeriksaan kesehatan, Alhamdulillah terkumpul 7 kantong darah yang lolos screening,” tutur Kiki.

Selain kegiatan sosial, TMI Kota Pekalongan juga menghadirkan berbagai produk unggulan dari kelompok tani binaan dan koperasi yang mereka kembangkan. Di antaranya, produk olahan ikan bandeng presto Moya yang menjadi ikon hasil olahan perikanan binaan TMI, serta berbagai hasil kebun seperti cabai, terong, tomat, dan bibit tanaman yang dijual dengan harga terjangkau.

“Yang baru panen saat ini cabai, tapi selain itu kami juga membina kelompok tani terong, tomat, dan berbagai tanaman palawija. Di stand kami, cabai dijual Rp5.000 per pack, bandeng presto Moya Rp65.000 isi dua ekor, dan bibit tanaman seperti cabai, terong, serta tomat dijual Rp5.000 per bibit,” jelas Kiki.

Respons masyarakat terhadap stand TMI di kegiatan tersebut terbilang luar biasa. Selama acara berlangsung, sebanyak 5 kilogram cabai laku terjual habis, produk bandeng presto Moya terjual 7 paket, dan 60 bibit tanaman berhasil diborong pengunjung. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pangan lokal yang dihasilkan oleh kelompok tani binaan TMI.

Kiki menambahkan, semangat yang diusung TMI dalam kegiatan ini sejalan dengan tema besar Hari Pangan Sedunia, yakni memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pertanian dan perikanan berkelanjutan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan di sekitar kita. Kalau ibu-ibu rumah tangga, remaja, atau warga mau menanam sayur dan cabai di rumah masing-masing, itu sudah langkah besar untuk ketahanan pangan lokal. Harapannya, ekonomi keluarga bisa ikut tumbuh dan sejahtera,” paparnya.

Kegiatan GPM dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Lapangan Mataram sendiri berlangsung meriah dengan partisipasi berbagai unsur pemerintah, pelaku usaha pangan, komunitas petani, serta masyarakat umum. Bagi Tani Merdeka, kegiatan ini menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa kemandirian pangan tidak hanya dibangun dari lahan luas, tetapi juga dari kesadaran, kolaborasi, dan kreativitas masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya yang ada.

“Alhamdulillah acara Hari Pangan Sedunia ke-80 ini berjalan lancar dan penuh keberkahan. Kami bangga bisa ikut berkontribusi melalui produk hasil bumi dan aksi sosial. Semoga ke depan, semangat gotong royong dan kemandirian pangan terus tumbuh di Kota Pekalongan,” pungkas Kiki dengan optimistis.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *