Komisi C DPRD Jateng melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor PT. BPR BKK Jateng Cabang Brebes, Selasa (11/11/2025).
Radarbahurekso.id, BREBES – Komisi C DPRD Jateng melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor PT. BPR BKK Jateng Cabang Brebes. Dalam kunjungan kerja tersebut Komisi C Sekretaris Komisi Anton Lami Suhadi diterima Bambang selaku Kepala Cabang PT. BPR BKK Cab. Brebes beserta direksi di ruang rapat. Selasa (11/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut Bambang memaparkan, saat ini PT. BPR BKK Brebes memiliki Produk Kredit Unggulan seperti Kredit Mikro BKK telah menyalurkan sebesar Rp 25 miliar untuk UMKM. Dari penyaluran tersebut nilai kredit macetnya kisaran 3,44%. Sekarang ini ada kisaran 103 ribu unit usaha sebagai kreditur.
“Dari jumlah tersebut, tidak sedikit pelaku UMKM yang berhasil membuka lapangan kerja baru, termasuk wirausaha di kalangan generasi muda,” jelasnya.
Kredit BKK Joglo tersalurkan Rp 17 miliar. Program kredit tersebut untuk pengembang-pengembang perumahan. Dalam tiga tahun terakhir ini banyak investor yang mulai menjajagi bisnis perumahan, sehingga menjadi target utama untuk dapat menjalin kerjasama menjadi mitra. Kredit BKK Sinden Rp 7 miliar, pelaku usaha seni dan industri kreatif di Kabupaten Brebes dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Termasuk usaha jenis kuliner atau kafe. Adapula Kredit BKK Argo tersalurkan Rp 7,5 miliar untuk pertanian. Untuk kredit macet terlaporkan secara persentase tergolong tinggi yakni 21%.
Pada kesempataan tersebut Anggota Komisi C Naryoko menanyakan soal kredit macet terutama bagi kreditur yang bergerak dibidang agro.
“Apakah ada asuransi atau tidak karena kasihan juga bagi para teman – teman petani jika ngambil kredit tapi tidak ada jaminan asuransi karena jika terjadi kerugian yang diakibatkan gagal panen karena cuaca alam. Di Brebes jika saya melihat banyak titik apabila terjadi hujan banyak daerah yang tergenang yang juga bisa mengakibatkan gagal panen di sektor pertanian. Apakah memungkin kan jika teman – teman petani yang sudah mengambil kredit terlindungi dengan adanya asuransi,” urainya.
Menjawab hal tersebut Bambang menjelaskan, jika para petani mengalami gagal panen jika melakukan pengajuan kredit hanya ada asuransi jiwa.
(Red)














